Sejarah STIT MTR

By Super Admin 09 Feb 2020, 13:13:57 WIB

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tanjung Redeb digagas dan didirikan oleh H. Asrani Yusuf, M.Pd.I, Kader Muhammadiyah yang saat itu juga adalah pegawai kantor Departemen Agama Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Didirikan pada awal Agustus Tahun 2000 dengan beberapa alasan, antara lain : Sangat kurangnya Guru Agama Islam saat itu di Kabupaten Berau, hampir-hampir di semua desa tidak ada Guru Agama, kecuali terkonsentrasi di Tanjung Redeb ibukota  Kabupaten Berau dan di beberapa ibukota kecamatan terdekat dan yang mudah terjangkau oleh sarana transportasi; Akibat kurangnya Guru Agama di desa-desa, praktis pembinaan Agama Islam bagi masyarakat saat itu juga kurang, kecuali pada waktu-waktu tertentu misalnya pada saat peringatan Hari Besar Islam barulah para Da’i menyebar ke desa-desa, itupun terbatas pada tempat yang mudah terjangkau; Gencarnya penyebaran agama oleh kelompok agama tertentu dengan bermacam cara ke daerah/desa-desa yang rawan, di antaranya daerah pedalaman di mana banyak warga muslim baru/muallaf yang tidak terbina dengan baik.

Melihat keadaan dan realitas kehidupan beragama yang ada, maka H. Asrani Yusuf, M.Pd.I sebagai Kader Muhammadiyah yang pernah mengikuti Darul Arqam dan aktif di IMM saat kuliah di IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, tergugah untuk mendirikan Sekolah Muhammadiyah untuk menjawab tantangan itu. Pertama, menggagas berdirinya SMA Muhammadiyah, aktif membina Madrasah Aliyah Darul Hikmah (sekarang sudah Negeri menjadi MAN Tanjung Redeb). Di mana dua sekolah inilah yang diharapkan sebagai Cikal Bakal menunjang gagasan berdirinya STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb.

Alhamdulillah, walaupun saat itu kurang mendapat respon, baik dari rekan se-kantor  maupun dari masyarakat (karena dianggap hal yang belum memungkinkan), namun dengan semangat dan modal serta hanya mengharap pertolongan Allah, dengan menggunakan biaya pribadi/dari gaji sebagai PNS Departemen Agama untuk mengurus persyaratan, rekomendasi dan lain-lain ke ibukota provinsi (Samarinda) ke Kopertais Wilayah XI Banjarmasin maupun ke Jakarta, membuahkan hasil dan akhirnya mendapat Izin dari Departemen Agama RI walaupun pada awalnya Mahasiswanya baru sekitar 15 orang, namun tahun demi tahun STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb mendapat kepercayaan dari masyarakat, sampai saat ini jumlah mahasiswa sudah mencapai ribuan orang, dengan dua prodi (Program Studi) yang ada, yaitu Pendidikan Agama Islam dan Tadris Bahasa Inggris, dan sudah meluluskan 9 (sembilan) Angkatan kurang lebih  1300 orang Sarjana Pendidikan Islam.

Semoga ke depan STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb ini lebih berkembang lagi dan benar-benar dapat mewujudkan cendekiawan Muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri, berguna bagi masyarakat dan sanggup melangsungkan Amal Usaha Muhammadiyah. “Amin.

Nashrun Minallahi Wafathun Qarib